DURIAN MATAHARI
DURIAN MATAHARI
Durian Matahari adalah durian lokal unggulan yang berasal dari Bogor, Jawa Barat dan sudah dilepas oleh kementerian pertanian sebagai durian varietas unggul nasional berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 74/Kpts/TP.240/2/1995 tanggal 6 Februari 1995. Varietas ini kemudian menyebar dan menjadi populer di berbagai daerah di Indonesia. Dinamai “Matahari” karena daging buahnya yang berwarna kuning cerah menyerupai sinar matahari. Varietas ini merupakan salah satu durian unggulan nasional yang telah lama dikembangkan karena produktivitasnya yang cukup tinggi (sekitar 50–200 buah per pohon per tahun pada tanaman dewasa).
Durian ini dikenal dengan teksturnya yang lembut dan creamy, rasa manis yang legit, dan aroma yang tidak terlalu tajam sehingga cocok untuk semua kalangan, baik pecinta durian sejati maupun pemula.
Durian Matahari memiliki berbagai karakteristik unik yang membuatnya menonjol di antara varietas durian lainnya :
Warna dan Tekstur Daging Buah
Warna daging Durian Matahari yang kuning cerah membuatnya terlihat menarik dan menggoda. Daging buahnya tebal, dengan ketebalan sekitar 0,5 – 1 cm, berserat halus, dan cenderung tidak berair, sehingga memberikan sensasi creamy saat disantap. Biji buahnya berukuran sedang, memberikan rasio daging buah yang cukup banyak untuk dinikmati.
Rasa dan Aroma
Durian Matahari memiliki rasa manis yang legit, tetapi tidak terlalu manis, sehingga cocok bagi mereka yang menyukai durian dengan tingkat kemanisan yang pas. Aromanya juga relatif lebih kuat dibandingkan dengan durian Monthong dari Thailand, tetapi tidak setajam beberapa jenis durian lokal lainnya, membuatnya cukup menggoda bagi para pecinta durian.
Bentuk dan Ukuran
Durian Matahari berbentuk bulat panjang dengan warna kulit hijau kecokelatan dan berbobot antara 2 hingga 3,5 kg. Setiap buah memiliki sekitar 10-20 pongge (bagian daging buah), yang menjadikannya cukup besar dan padat. Durinya berukuran besar dan jarang, dengan duri yang meruncing dan sedikit bengkok.