MANGGA GEDONG GINCU
MANGGA GEDONG GINCU
Mangga Gedong Gincu merupakan varietas lokal yang sangat identik dengan wilayah Cirebon, Majalengka, dan Indramayu di Jawa Barat. Nama "Gedong" konon berasal dari kebiasaan zaman dulu di mana mangga ini hanya dikonsumsi oleh kalangan bangsawan yang tinggal di rumah gedong. Sedangkan "Gincu" merujuk pada warna kulit buahnya yang merah merona seperti gincu (lipstik).
PENETAPAN SEBAGAI VARIETAS UNGGUL
Varietas ini secara resmi dilepas sebagai varietas unggul nasional oleh Menteri Pertanian melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 103/Kpts/TP.240/2/1997 yang ditetapkan pada tanggal 14 Februari 1997.
KARAKTERISTIK TANAMAN
Habitus: Pohonnya berukuran sedang hingga besar dengan tajuk yang cukup rimbun dan berbentuk membulat.
Adaptasi: Tumbuh sangat baik di dataran rendah yang panas dengan paparan sinar matahari penuh. Sinar matahari yang intens sangat krusial untuk memicu munculnya warna merah (gincu) pada kulit buah.
Masa Berbuah: Biasanya berbunga pada bulan Juli-Agustus dan dapat dipanen pada bulan Oktober-Desember.
KEUNGGULAN DAN KARAKTERISTIK BUAH
Tampilan: Buahnya berbentuk bulat pendek (sedikit lonjong namun cenderung bulat) dengan ukuran yang tidak terlalu besar. Berat rata-rata per buah berkisar antara 200–250 gram.
Warna Kulit: Ciri khas paling utama adalah kulitnya yang berwarna kuning cerah dengan semburat merah merona di bagian pangkal buah saat matang.
Daging Buah: Berwarna kuning jingga pekat, teksturnya kenyal, seratnya halus, dan kadar airnya cukup rendah sehingga dagingnya terasa "padat".
Rasa dan Aroma: Memiliki rasa manis yang khas dengan sedikit sensasi asam segar yang membuatnya tidak membosankan. Aromanya sangat harum dan kuat, bahkan bisa tercium dari jarak yang cukup jauh.
Nilai Ekonomi: Merupakan salah satu mangga Indonesia dengan nilai jual tertinggi dan menjadi favorit di pasar internasional, terutama di Jepang, Korea, dan Timur Tengah.