MANGGA SALA
MANGGA SALA
Sesuai dengan namanya, Mangga Sala berasal dari Surakarta (Solo), Jawa Tengah. Mangga ini merupakan varietas lokal yang telah lama dibudidayakan secara turun-temurun oleh masyarakat di wilayah Solo dan sekitarnya (seperti Karanganyar dan Boyolali).
Penetapan sebagai Varietas Unggul
Mangga Sala resmi ditetapkan sebagai varietas unggul nasional oleh Menteri Pertanian melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 101/Kpts/TP.240/2/1997. Penetapan ini dilakukan pada tanggal 14 Februari 1997, bersamaan dengan beberapa varietas buah unggulan lainnya dari Jawa Tengah.
Karakteristik Tanaman
Postur Pohon: Pohon mangga Sala memiliki tajuk yang rimbun dan berbentuk bulat. Ukuran pohonnya bisa tumbuh cukup besar jika tidak dilakukan pemangkasan rutin.
Adaptasi: Sangat cocok ditanam di dataran rendah dengan tipe iklim kering atau wilayah yang memiliki musim kemarau yang jelas untuk memicu pembungaan.
Ketahanan: Relatif tahan terhadap hama dan penyakit tanaman mangga pada umumnya, serta memiliki daya adaptasi lingkungan yang baik.
Keunggulan dan Karakteristik Buah
Bentuk dan Ukuran: Buahnya berbentuk lonjong, hampir mirip dengan mangga Gadung atau Arumanis, namun biasanya sedikit lebih kecil atau sedang dengan berat rata-rata 300–450 gram.
Kulit Buah: Saat muda berwarna hijau tua, dan ketika matang kulitnya tetap berwarna hijau namun sedikit kekuningan di bagian pangkal (mirip karakteristik Arumanis).
Daging Buah: Warna daging buahnya kuning tua cenderung jingga saat benar-benar masak pohon. Teksturnya sangat lembut, kenyal, dan seratnya sangat sedikit.
Rasa: Keunggulan utamanya adalah rasanya yang manis legit dengan aroma harum yang cukup kuat. Kadar airnya juga cukup seimbang, tidak terlalu becek.
Daya Simpan: Memiliki kulit yang cukup tebal sehingga daya simpannya relatif lama, memudahkan untuk pengiriman ke luar kota.